Senin, 02 Juni 2008

PENGANTAR

Sekolah Tingggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir merupakan lembaga pendidikan di bawah naungan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. STID Mohammad Natsir dengan program S1 diresmikan pada tahun 1999 sesuai SK Dirjen Kelembagaan Agama Islam Depag RI: DJ.II/4305. Saat ini STID Mohammad Natsir dipimpin oleh Bpk. H. Ulil Amri Syafri, MA.

STID Mohammad Natsir adalah salah satu mata rantai perjuangan umat Islam Indonesia dalam rangka membangun peradaban Islam melalui proses Islamisasi Ilmu. Oleh karena itu, STID Mohammad Natsir menyadari bahwa cita-cita besar untuk membangun peradaban Islam hanya bisa dicapai melalui penyuburan dan penyebaran pemikiran dan tradisi intelektualisme Islam yang kaffah demi lahirnya generasi baru yang bertaffaquh fiddin dan dapat mengamalkannya dengan baik dan benar.


Visi STID Mohammad Natsir adalah sebagai kampus pusat pendidikan tinggi yang membangun kembali tradisi intelektualisme Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits serta ittiba’ kepada Manhaj As-salaf As-Shalih. Sedangkan misi STID Mohammad Natsir terbagi dalam dua bagian. Pertama, membangun peradaban Islam melalui Islamisasi Ilmu pengetahuan dan tradisi intelektual Islam yang kaffah. Kedua, mengembangkan ilmu pengetahuan melalui pendidikan, penelitian dan pengkhidmatan pada masyarakat dengan landasan Tri Darma Perguruan Tinggi.


Merujuk kepada Tujuan pendidikan STID Mohammad Natsir yaitu melahirkan tenaga da’i yang handal sesuai dengan tuntutan masa depan serta memiliki kapabilitas di bidang Da’wah, maka kami mahasiswa STID Mohammad Natsir dalam rangka memanfaatkan liburan semester genap tahun 2008 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan bermaksud mewakafkan tenaga dan pikiran untuk kemaslahatan umat Islam di Pedalaman Pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan suatu program yang bernama “Kafilah Da’wah 1429 H” yang dibimbing dan diarahkan langsung oleh pimpinan STID Mohammad Natsir beserta staf, serta dorongan dan bantuan dari beberapa lembaga sosial dan da’wah.

Sabtu, 31 Mei 2008

TENTANG KAMI

Datang dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Padang, Riau, Lampung, Banten, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Madura, sampai NTB, kami semua datang ke Jakarta dengan tujuan yang sama, yaitu menggapai hidup yang lebih baik melalui pendidikan. karena kami percaya pendidikan mampu merubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Sebagian besar dari kami merupakan delegasi dari daerahnya masing-masing, yang diharapkan untuk nantinya dapat kembali dan mengabdi pada masyarakat.

Sekarang kami tinggal di Asrama yang disediakan pihak kampus di daerah Tambun-Bekasi. Latar Belakang yang berbeda baik dari segi etnis, bahasa, pendidikan dan kultur keagamaan membuat Asrama kami seperti miniatur Indonesia. Dari segi etnis kami berasal dari suku Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Padang, Batak, dll, dari segi pendidikan mulai dari lulusan Pondok Pesantren, Aliyah Sekolah Umum bahkan STM, dan dari segi kultur keagamaan, ada yang dari NU, Muhammadiyah, Persis, dll. Dan seringkali keberagaman tersebut menimbulkan perselisihan, salah paham bahkan perdebatan-perdebatan diantara kami, Namun yang pasti keberagaman tersebut mengajarkan kepada kami tentang APA ITU PERBEDAAN.

Suka dan duka kami lalui bersama, canda, tawa, bahkan pertengkaran menghiasi hari-hari kami di Asrama. Jauh dari keluarga mengajarkan kepada kami untuk saling berbagi, saling mengasihi dan menyayangi.

Dan kini saatnya, setelah hampir dua tahun bersama, kami akan menguji kebersamaan tersebut dalam sebuah amal nyata melalui salah satu program kerja kami yaitu “Kafilah Da’wah 1429 H” yang akan dilaksanakan di daerah pedalaman Lombok NTB. Dan kami berharap, dengan dukungan dari semua pihak, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, sebagai ajang pembuktian dan latihan untuk nantinya kami dapat mengabdi di daerahnya masing-masing.

Berikut Profil Calon-Calon Mujahid Da’wah yang akan Berangkat ke Lombok.

1. Hendriyanto

Putra kelahiran Sumenep Madura berdarah Bugis, 23 tahun lalu ini yang bakal jadi komandan acara kafilah da’wah. Lulusan Pondok Pesanten Modern Al-Amin ini punya tugas yang lumayan berat, karena menjaga pasukannya tetap kompak dan solid bukanlah pekerjaan mudah……. tapi beliau optimis dan akan berusaha sebaik mungkin…. Insya Allah

2. Saeful Rokhman

Putra Cirebon ini punya keahlian khusus diantara penghuni asrama yang lain, yaitu keahlian Jurnalistik, sebagai sekretaris pada kegiatan ini, beliau yang akan mencatat seluruh kegiatan yang berlangsung, mulai dari Jakarta, Lombok sampai kembali ke Jakarta, yang nantinya akan jadi Laporan Kegiatan sebagai pertanggung jawaban kepada instansi-instansi terkait.

3. Darwadi

Putra kelahiran Sambas Kalimantan Barat merupakan utusan dari Dewan Da’wah Kalbar. Tanggung jawabnya sebagai seorang utusan yang nantinya harus membangun daerahnya membuat dirinya termotivasi untuk belajar dengan semangat. Biar tubuhnya rada-rada kecil, tapi semangatnya luaaaar biasa…. Beliau diamanahi untuk mengatur keuangan kegiatan Kafilah Da’wah ini

4. Nur Ali Fikri

Kelahiran Subang yang punya senyum khas ini paling tenang pembawaannya, sifatnya yang lembut, gak pernah marah selalu membuat orang yang menatapnya terpesona …(apa yach rahasianya). Walau di Asrama disediakan kamar yang lumayan nyaman, beliau lebih senang tidur di Masjid Kampus…. “lebih tenang” katanya. Bersama-sama Darwadi beliau akan mengelola keuangan Kafilah Da’wah.

5. Hariyanto

Dari namanya banyak yang mengira beliau orang Jawa, tapi ternyata beliau berdarah bugis yang lahir di Nunukan Kalimantan…. lulusan Pondok Pesantren Persis Camplong yang jago main bola ini diamanahi untuk menjadi HUMAS, bersama-sama Sapariyanto Eling dan Roli. N.

6. Eling Fany Ardiyanto

Beliaulah yang bakal jadi tuan rumah di kegiatan ini, meskipun berdarah Jawa, tetapi beliau kelahiran Lombok NTB. Jebolan Ma’had Tahfidz ISKARIMAN ini paling banyak hafalan Qur’annya, bahkan denger-denger beliau ini hafidz, tapi karena tawadhunya, gak pernah ngaku berapa surah yang dihafalnya.….!!! Dengan kafa’ahnya tersebut beliau nantinya punya amanh untuk melakukan Penataran Iqra untuk guru-guru TPA…

7. Saparianto

Putra kelahiran Samarinda Kaltim ini mempunyai sifat yang dewasa diantara penghuni asrama yang lain, hal itulah yang kemudian membuat beliau terpilih menjadi ketua asrama 2 periode berturut-turut. Kapabilitasnya sebagai pemimpin tidak diragukan lagi. Sifatnya yang bersahabat dan kepandaiannya berdiplomasi membuat beliau di amanahi sebagai seksi HUMAS, yang nantinya akan berinteraksi dengan banyak pihak.

8. Roli Noberto

Uda kita yang satu nie, kelahiran Padang tulen 100%. Darah padang yang mengalir di tubuhnya (yang notabenenya pedagang) memberikannya kemampuan khusus, yaitu mudah bergaul dengan banyak orang. Untuk itulah beliau ditugaskan sebagai HUMAS, yang bakal berurusan dengan banyak pihak, mulai dari ngurus-ngurus perizinan, pencarian dana, dll.

9. Agus Setiawan

Cah Lamongan yang suka ngotak-ngatik komputer ini sangat berminat dengan masalah-masalah yang berbau IT (mangnya IT bau yach). Kemampuannya dalam hal-hal yang berkaitan dengan IT tak diragukan lagi, untuk itulah beliau diamanani untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan Kafilah Da’wah ini.

10. Muhammad Idris Yusuf

Putra Jawa Kelahiran Lampung (PUJAKELANA) ini adalah jebolan Babul Hikmah Boarding School. anak pengusaha kelapa sawit ini lumayan tajir diantara penghuni asrama yang lain, kepada beliaulah teman-teman berkeluh kesah kalau kiriman dari kampung belum datang…..??????. Bersama-sama dengan Agus, beliau diamanahi mendokumentasikan kegiatan Kafilah Da’wah

11. Mahmud

Putra Melayu kelahiran Pontianak ini dah hampir dua tahun gak pulang kampung, karena dilarang sama emaknya… emaknya ingin beliau pulang kalau sudah jadi orang… (emangnya sekarang belum jadi orang yach mak..) . Sifatnya yang humoris selalu menyegarkan suasana asrama. Denger beliau ngomomg aja dengan logat melayunya yang khas sudah bisa membuat penghuni asrama yang lain tertawa…

12. Nizar A. Saputra

Putra sunda ini salah satu Mahasiswa terbaik di kampus, walaupun tubuhnya kecil, tapi ilmunya luaaaassss banget, pegetahuannya yang luas seringkali menjadi rujukan penghuni asrama yang lain jika ada tugas makalah dari dosen, bahkan kadang-kadang copy-paste dari makalah beliau……… Jebolan Pondok Pesantren Persis Bandung ini yang akan mengatur jalannya acara selama kafilah da’wah.

13. Suwandi

Beliau datang dari pulau terpencil di ujung Madura. Lulusan Pondok Pesantrein Persis (tapi beliau lebih senang pondoknya disebut Ma’had Al-Ittihad Islamiyah) punya cita-cita besar untuk membangun daerahnya. Sekarang beliau diamanahi menjadi ketua Asrama. Banyak sudah program-program asrama yang beliau jalankan.. Dalam kegiatan kafilah da’wah ini beliau diamanahi untuk mengelola acara bersama-sama dengan Nizar, Jaka dan Robith.

14. Jaka Firmansyah

Jawara Banten yang ngga punya jurus ini rada-rada aneh, klo temen-temen yang lain rata-rata lulusan Pondok Pesantren atau minimal SMA Islam, tapi beliau lulusan STM, tapi insya Allah, keahliannya bakal bermanfaat dalam kegiatan ini….. (jangan lupa bawa obeng om…!!!) ditambah pengalamannya menjadi relawan ketika Aceh diterjang Tsunami, dan juga ketika gempa bumi di Jogja… walaupun iilmu agamanya dikit, tapi siap tempur…

15. Rabithah Alam Islami

Namanya yang khas ditambah juga logatnya yang njawa medhok (temanggung tulen) membuat beliau mudah diingat. Orang tuanya yang aktivis PII sedikit banyak mempengaruhi pemikiran beliau. Lulusan Pondok Pesantren Al-Mutaqien ini juga punya hobi mendaki gunung….. so dikirim ke daerah mana aja, insya Allah beliau selalu siap…..